
Kampanye marketing yang sukses sekarang tidak lagi sekadar memilih antara offline atau online. Audiens Anda hidup di dua dunia tersebut secara bersamaan—mereka menyetir sambil melihat jalan, tapi begitu sampai tujuan langsung sibuk mengecek Instagram.
Memisahkan anggaran untuk sewa billboard dan iklan digital ibarat menjalankan dua mesin yang tidak saling terhubung. Padahal, jika keduanya digabung, Anda bisa mendapatkan hasil maksimal: brand awareness yang kuat secara fisik sekaligus data konversi yang terukur di internet.
Mengapa billboard dan iklan digital harus jalan bareng?
Kelemahan utama billboard dari dulu adalah susahnya melacak siapa saja yang sudah melihat dan akhirnya membeli produk. Di sisi lain, biaya iklan digital murni sekarang semakin mahal dan audiens pun mulai kebal dengan tumpukan banner ads di layar HP mereka (banner blindness).
Ketika digabungkan, keduanya saling melengkapi. Menurut riset Nielsen, iklan luar ruang (OOH) terbukti bisa mendorong interaksi online hingga empat kali lipat dibanding media tradisional lain. Billboard bertugas membangun kepercayaan audiens di dunia nyata, sementara iklan digital menangkap ketertarikan tersebut lalu mengubahnya menjadi angka penjualan.
Tiga cara menggabungkan billboard dan digital marketing
Berikut beberapa strategi praktis yang bisa Anda terapkan:
-
Gunakan geofencing untuk menargetkan audiens ulang Ini adalah teknik yang sangat efektif. Anda bisa membuat batas radius virtual di sekitar lokasi billboard fisik Anda. Saat ada orang yang masuk ke radius tersebut, data lokasi smartphone mereka akan tercatat. Setelah itu, Anda bisa menampilkan ulang iklan produk yang sama kepada mereka lewat Instagram, Facebook, atau Google. Iklan berulang lintas media ini akan membuat audiens lebih gampang mengingat brand Anda.
-
Gunakan pelacak lewat QR code atau hashtag Untuk mengetahui apakah iklan billboard Anda benar-benar mendatangkan pembeli, Anda butuh penghubung.
- Pasang QR code berukuran besar. Cara ini paling cocok untuk billboard di area pejalan kaki atau simpang lampu merah yang macet. Arahkan scan QR ke halaman website yang sudah dipasangi pelacak UTM, jadi Anda bisa tahu persis berapa jumlah pengunjung yang datang dari titik tersebut.
- Buat hashtag singkat khusus untuk kampanye. Ajak audiens untuk memfoto billboard Anda dan mengunggahnya ke media sosial memakai tagar itu. Agar mereka mau melakukannya, siapkan imbalan seperti diskon atau ikut serta dalam undian.
- Manfaatkan programmatic videotron (DOOH) Dengan videotron cerdas, iklan offline Anda bisa menyala otomatis sesuai kondisi real-time. Misalnya Anda berjualan minuman dingin; Anda bisa mengatur agar videotron hanya menampilkan iklan saat suhu siang hari menyentuh 30 derajat Celcius. Bersamaan dengan itu, iklan digital juga tayang di HP orang-orang sekitar area tersebut. Promosi yang sangat relevan dengan cuaca terbukti lebih memicu orang untuk langsung jajan.
Waktunya menyatukan strategi pemasaran Anda
Strategi yang memisahkan tim pemasaran offline dan online sudah saatnya ditinggalkan. Gunakan billboard untuk menanamkan kesan pertama yang meyakinkan, lalu pakai digital marketing untuk mengejar closing dan mengukur datanya. Gabungan kedua taktik ini akan membuat biaya iklan Anda secara keseluruhan jauh lebih efisien.
Siap merancang kampanye iklan yang terintegrasi? Hubungi tim Inti Vision untuk konsultasi gratis soal pemilihan titik billboard paling pas yang bisa dikombinasikan dengan strategi digital Anda.
